Langsung ke konten utama

TRAVELER NYASAR KE MASJID AGUNG DEMAK


TRAVELER NYASAR KE MASJID AGUNG DEMAK


             (Ahad,29/12/19) Demak sebagai kota wali memiliki banyak destinasi wisata religi selain makam Sunan Kalijaga, Demak juga mempunyai Masjid Agung Demak. Pelancong yang sedang menikmati perjalanan liburan akhir tahun dari arah Semarang sampai Surabaya banyak singgah di Demak terlebih dahulu.
Di Demak, traveler atau pelancong bisa mengunjungi salah satu destinasi wisata di kota Demak.
Masjid Agung Demak terletak di jantung kota yaitu di jalan Sultan Fattah no.57 Demak.
Selain menampilkan bangunan arsitektur ala zaman Hindu Budha di Masjid Agung Demak terdapat makam sultan-sultan kerajaan Demak.
Bagi traveler yang ingin mengetahui sejarah berdirinya masjid agung demak, pengurus ta’mir masjid agung demak menyediakan museum yg berada di sebelah utara masjid.
             Banyak pelancong dari berbagai kota di Indonesia yang berkunjung di sini, ada yang  berziarah, sekedar berwisata sejarah, dan juga ada yang sekedar singgah di tengah  perjalanan mereka.
“Ini pertama kali saya kesini, dan kebetulan ada rombongan dari daerah saya yng ingin berziarah ke demak ini” Ujar Pujiati (Pati).
Selain masjid agung demak yg menjadi ikon  kabupaten Demak di sebelah utara Masjid Agung Demak terdapat sebuah museum yg menampung properti yang original dari bagian Masjid Agung Demak yg sudah di Museumkan.
“Kebetulan memang saya ini dari yogjakarta dan menginap di salah satu hotel yang ada di semarang, dan ingin menjelajahi kota kota di dekat semarang termasuk demak ini karena ingin ke tempat-tempat bersejarah” Ujar Elda yang kami wawancarai di dalam museum masjid agung demak.

             Masjid Agung Demak berdiri sekitar tahun 1388 Saka (1466 Masehi). Masjid Agung Demak yg didirikan oleh raden Fattah di bantu para wali songo yg terdiri dari Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria, mengalami beberapa tahap pembangunan semasa wali songo pada abad 15 yg ditandai dengan:

Prasasti pertama atau candra sempala berbunyi “Nogo Mulat Saliro Wani”, diartikan cekal bakal berdirinya masjid bertarih 1388 Saka (1466 Masehi).
Pada zaman Sultan Trenggono diwujudkan dalam bentuk sengkala memet berbentuk relief (naga kembar) yang dikenal dengan pintu petir atau "Lawang Bledeg" yang tercipta dari petir/bledeg yang di perubah wujudkan ke dalam bentuk pintu(menurut cerita yang beredar) dan di pasang sebagai pintu penghubung antara ruangan masjid an serambi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAC IPNU Bersama IPPNU Karanganyar Masa Khidmat 2020-2022 Resmi Dilantik

Sabtu, 29 Februari 2020 Bertepatan di tanggal dan bulan yang cantik yaitu Di Tahun Kabisat. Pimpinan Anak Cabang IPNU Bersama IPPNU Kecamatan Karanganyar Masa Khidmat 2020-2022 telah melangsungkan Pelantikan dan Rapat Kerja yang mana Pelantikannya sendiri di lantik langsung oleh Ketua PC IPNU IPPNU Kab Demak, Kegiatan tersebut Berlangsung Pukul 15.00 WIB dan berakhir Pukul 22.00 WIB. Sebanyak 135 Pengurus Baru yang dilantik terdiri dari 58 IPNU dan 77 IPPNU. Kepemimpinan selama 2 tahun mendatang ini di nahkodai oleh Rekan Bayu Awalul Budiana dan Rekanita Risti Yusholi, Pelantikan merupakan suatu janji baiat untuk mengantarkan calon pengurus anggota menjadi anggota pengurus terlantik dari Kehidupan Individu ke-dalam kehidupan sosial (Organisasi) dan  merupakan Orientasi dalam kehidupan ber-Organisasi, IPNU-IPPNU yang di adakan di tingkat Kecamatan. Dan rapat kerja (raker) inilah nantinya yang akan jadi rujukan dalam berjalannya organisasi kedepan. Semoga dengan terlaksanan...
Hasil akhir konferancab-X IPNU-IPPNU Karanganyar Demak Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Konferensi sejatinya sudah merupakan kegiatan akhir di dalam kepengurusan, utamanya di dalam kepengurasan pac ipnu karanganyar demak. konferensi yang di hadiri para peserta dari perwakilan delegasi ranting maupun komisariat se-kecamatam Karanganyar Demak ini, membuat para peserta dapat mengetahui seperti apa berdemokrasi, para pelajar yang menjadi peserta konferensi dapat langsung mempraktikan cara berdemokrasi di dalam konferancab pac ipnu bersama ippnu karanganar demak yang di selenggarakan pada hari, sabtu (25/1) di gedung MWC Karanganyar Demak. Selain menjadi ajang pemilihan ketua baru, konferensi juga menjadi tempat untuk bermusyawarah di dalam sidang tartib,menyampaikan laporan pertanggung jawaban yang di sampaikan oleh ketua yang akan demisioner, dan juga untuk menentukan bagaimana arah organasisasi kedepannya di dalam sidang komisi. Setelah sidang...